Saturday, April 30, 2011

1 comment:

  1. TIGA KERANGKA DASAR AGAMA HINDU

    agama hindu mengibaratkan dirinya sebagai bagunan, sebagaimana halnya bangunan tentu memiliki kerangka atau sket2 sebuah bangunan seperti pondasi, dinding, atap yg sebagai landasan untuk kekokohanya dalam berdiri di sebuah landasan.

    Demikianlah agama hindu untuk mengkokohkan bangunan agama hindu, maka ada 3 kerangka yg merupakan sketnya
    1) tatwa
    2)susila
    3) upacara atau rituial

    ibarat telur,,ritual adalah kulitnya, susila adalah putih telurnya, dan tatwa adalah kuning atau sarinya

    telur akan menetas sempurna jika gabungan ketiganya berjalan dengan baik, tak ada salah satunya dapat ditinggalkan.

    Demikian juga bangunan rumah tak ada salah satu dari ketiganya dapat ditinggalkan untuk terciptanya sebuah bangunan yg kokoh. Demikianlah juga agama hindu.

    Tatwa akan mengurusi dan menerangkan, dan ,enunjukkan bagaimana filsapat ketuhanan yg diyakini, bagaimana bertingkah laku atau etika susila yg benar dalam mengarungi hidup yg benar, sedang ritual adalah perwujudan fisik yg berwujud nyata dari sebuah keyakinan. Tentu karena rohani bersifat tak terlihat secara kasat mata maka disinilah peran ritual yg penuh dengan simbol2 fisik yg nyata namun diyakini sebagai pesan yg dapat menyentuh dunia rohani.

    Beragama hindu dengan baik dapat dikatakan beritual dengan benar, bersusila atau bertingkah benar dalam tatanam masyarakat dan memiliki tatwa yg benar, jika ketianya dapat berjalan selaras dalam individu yg menganut agama hindu niscaya tujuan2 hidup menurut agama hindu yaitu dharma arta kama m,oksa dapat terwuju yaitu sejahtera didunia bahagia di suga dan abadi dialam brahman, bila diibaratkan telur telur menetas dengan baik.

    Tatwa menyangkut panca srada agama hindu, yaitu
    1) percaya adanya brahman, hyang widhi wasa

    2) percaya adanya atman
    3) percaya adanya hukum kharma phala
    4) percaya adanya punarbhawa atau reinkarnasi
    5) percaya adanya moksa atau alam keabadian

    etika susila
    menyangkut tata tingkah laku yg sebaiknya diikuti oleh manusia dalam kehdupan didunia supaya hidupnya sejahtera seperti,
    1) kita harus membayar hutang yg disebut rnam hindu memiliki tri rnam, hutang kepada tuhan dan dewanya, kepada para guru dan resi serta orang tua, dan kepada alam dan bhuta kala.
    2) dengan paham trihita karana, manusia indu harus menjaga hiubungan ke tiga arah hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam, yg melandasi hubungan ini dituntun dengan tri kaya parisuda, berpikir baik, berkata baik,berbuat baik

    dari kerangka etika ini sebentuk tingkah laku yg baik berkembang dengan tujuan keharmonisan sekaliam mahkluk bukan hanya manusia

    ritual
    merpakan simbol2 pemantap akan keyakinan
    ritual adalah sebentuk krban suci tulus iklas sebagai ucap rasa syukur atas semua bentuk kesejahteraan yg diberikan,

    ucap sukur ke tuhan dengan ritual dewa yadnya, ke guru dan resi dengan resi yadnya, ke orang tua dan leluhur dengan pitra yadnya, suyukur kepada alam yg telah memberinya kesejahteraan dengan bhita yadnya
    simbol2 dalam ritual ini sangat berkaitan dengan seni dan budaya maka tampak terlihat ramai megah agung sesuai pola seni budaya yg melekat, maka hindu bali jawa batak dan lainya sering tampak berbeda apalagi diluar hindu yg memandangnya. Sejatinya yadnya atau rital yg mereka lakukan yg tampak berbeda adalah satu atau sama mengacu ke kerangka dan sama secara intisari atau tawta, seperti sifat than dalam maha wakya

    EKAMSAT WIPRAH BAHUDA WADANTI
    brahman atu uyg absolut atau kebenaran itu satu namun disebut dengan banyak nama
    maka universalitas yg mendasari agama hindu, universalitaslah yg sanggup ,embawa perdamaian karena menerima keberbedaan satu dalam semua seperti tuhan hindu yg phanteistik, salam damai dan sejahtera, untuk umat manusia

    ReplyDelete